Tinggi badan bisa menjadi masalah serius dan sensitif terutama bagi pria, itu karena “tuntutan” masyarakat mengenai sosok pria ideal adalah tinggi tegap. Untuk mendapat tinggi badan ideal, diperlukan tiga hal yang saling terkait dan menunjang yakni faktor gen, nutrisi dan aktivitas.

1. Dipengaruhi Gen

Tinggi badan dipengaruhi oleh gen, kalau orang memiliki gen tinggi yang bagus, pasti akan tinggi. Gen tersebut didapat dari keturunan, contohnya orang Afrika pada umumnya kurus tinggi karena bangsa mereka memiliki gen tinggi yang bagus.

Beberapa ahli menyatakan, semua orang masih berpeluang lebih tinggi jika memiliki kakek buyut dengan postur tinggi. Ini menjelaskan mengapa ada anak yang lebih tinggi ketimbang orangtuanya. Dalam kondisi ini ada semacam faktor keberuntungan gen. Jadi gen tinggi itu hanya “melangkahi” orangtua si anak, sedangkan si cucu mendapat warisan gen tinggi dari kakeknya.

2. Untuk menunjang kerja hormon-hormon ini diperlukan gizi yang cukup.

Bangsa Jepang dahulu dikenal sebagai bangsa pendek atau kate. Kini tinggi mereka hampir sama dengan rata-rata orang Indonesia. Hal itu karena adanya perbaikan nutrisi dari generasi ke generasi.

3. Aktivitas Lempeng “Epiphyseal”.

Pusat pertumbuhan tinggi badan manusia, berada pada lempeng Epiphyseal Plate yang terletak di ujung tiap tulang panjang. Epiphyseal Plate ini ada sejak manusia lahir dan menutup alias berhenti bekerja saat usia 26 tahun (wanita) dan 28 tahun (pria). Jika lempeng ini sudah menutup, pertumbuhan tinggi badan mulai berhenti. Pertumbuhan tinggi badan seseorang bisa terganggu jika terjadi sesuatu pada Lempeng Epiphyseal. Cedera, trauma akibat kecelakaan, penyakit kanker tulang bisa merusak kerja lempeng ini. Lempeng ini tidak bekerja sendirian, hormon pertumbuhan dan banyak hormon lain turut menentukan kinerjanya.

Untuk bertambah tinggi, tubuh memerlukan semua zat dan mineral yang ada dalam makanan. Makanan empat sehat lima sempurna atau makanan seimbang sudah cukup. Jadi tidak hanya makan yang mengandung kalsium melulu. Nanti tulangnya kuat, tapi bagian lain tubuh kekurangan nutrisi penting. Kegiatan sehari-hari-juga berperan penting dalam urusan tinggi badan. Aktivitas yang dapat merangsang kerja Lempeng Epiphyseal, misalnya atletik, basket, berenang dan lompat tali.

Ketiga faktor tadi saling terkait, jika memiliki gen tinggi tapi tidak didukung nutrisi dan olahraga, bisa jadi pertumbuhannya mandek dan tidak optimal. Mengenai standar tinggi badan seseorang tak ada ukuran baku, bagi orang Indonesia, tinggi badan 165 cm sudah dianggap cukup, meski bagi orang Eropa tergolong pendek. Jadi standarisasi tinggi badan tergantung masyarakat yang menilainya.

Usia diatas 20 tahun bisakah tinggi badan bertambah? jawabannya adalah YA. Salah satu testimonial konsumen eLeMeN FORTALLER berikut ini bisa menjadi bukti pertambahan tinggi badan diatas 20 tahun yang bisa Anda jadikan rujukan.

 

OK, kenapa mereka masih bisa bertambah tinggi? Padahal usianya sudah diatas 20 tahun, malah ada yang bertambah tinggi sampai 5 cm di usia 22 tahun. Ternyata aktivitas untuk menunjang pertumbuhan Lempeng Epiphyseal tersebut dapat dibantu oleh eLeMeN FORTALLER, yaitu metode ampuh dan teruji untuk menambah tinggi badan dengan Alat Terapi FORTALLER yang dilanjutkan dengan Senam Pilates serta mengkonsumsi Susu Kedelai eLeMeN dan Tablet FORTALLER untuk merangsang hormon pertumbuhan kembali aktif dari dalam tubuh Anda.

Kenapa bukan aktivitas olahraga seperti atletik, basket atau renang yang kami anjurkan untuk mempercepat pertumbuhan tinggi badan diatas 20 tahun? Hal ini dikarenakan faktor usia yang bisa dibilang telah melewati masa pubertas, sehingga dibutuhkan usaha ekstra untuk menambah tinggi badan. Kami tidak melarang Anda untuk melakukan olahraga atletik, basket atau pun renang, namun bila Anda melakukan olahraga ini terlalu lelah dan diporsir, olahraga yang Anda lakukan tersebut hanya akan menjadi sia-sia saja. Oleh karena itu alasan kami menganjurkan Anda untuk mencoba melakukan terapi dengan eLeMeN FORTALLER, ini akan membuat Anda merasa lebih tinggi sejak awal pemakaian, karena efektifitas dari Alat Terapi FORTALLER, Senam Pilates, Susu Kedelai eLeMeN dan Tablet FORTALLER dapat dirasakan langsung dan telah dibuktikan sejak tahun 2004 sampai sekarang.